Latest Posts

Rabu, 09 Juli 2014

 
“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.
“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).
Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.
Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.
Han Spemann Ilmuwan Jerman

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.
Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).
Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
- Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
- Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
- Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.
Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.
Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.
Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya.
Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.
Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.
“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”
Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”.
“Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Fushshilat: 53)
Wallahu alam bish showab
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...

Kebesaran Allah pada tulang rusuk man..

 
“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.
“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).
Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.
Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.
Han Spemann Ilmuwan Jerman

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.
Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).
Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
- Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
- Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
- Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.
Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.
Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.
Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya.
Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.
Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.
“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”
Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”.
“Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Fushshilat: 53)
Wallahu alam bish showab
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...

Tiga tahun bisa membaca kitab kuning.

Istilah kitab kuning sudah dikenal di kalangan para santri dan kiai yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren, khususnya pesantren yang ada nilai salafiahnya.

Dinamai kitab kuning karena bahan kertasnya berwarna kuning. Hal ini untuk memudahkan orang-orang pada masa lalu untuk membaca dalam keadaan gelap, mengingat saat itu penerangan belum memadai.

Selama satu dekade terakhir ini, pengajaran kitab-kitab kuning di pondok-pondok pesantren sudah jauh berkurang. Akan tetapi, tidak begitu di Pondok Pesantren At-Tarbiyah.

Pesantren yang terletak di Dusun Margamukti RT 04 RW 04 Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat secara konsisten terus mengajarkan kitab kuning. Di pondok tersebut, pendidikan kitab kuning masih menjadi yang utama.

"Kami sejak awal berdiri sampai sekarang konsisten mengajari kitab kuning kepada para santri," ujar pemimpin Pondok Pesantren At-Tarbiyah KH Afief Abdul Lathief kepada Republika baru-baru ini.

Sampai saat ini, kitab kuning yang diajarkan meliputi ilmu fikih, akidah, akhlak, tasawuf, tata bahasa Arab (ilmu nahwu dan ilmu sharaf), hadis, tafsir, 'ulumul qur'aan, hingga ilmu sosial dan kemasyarakatan (muamalah). "Metode yang kami pakai merupakan modifikasi dari salafi disesuaikan tuntutan zaman."
Ia memandang pengajaran kitab kuning di pesantren-pesantren sudah semakin langka belakangan ini. Banyak pondok pesantren (ponpes) dinilainya sudah kehilangan arah.

Salah satu tantangannya memberi pendidikan kitab kuning, ujar Afief, adalah kemunculan teknologi informasi berupa internet yang semakin mudah diakses di mana saja dan kapan saja. Para santri saat ini sudah biasa memanfaatkan internet melalui telepon-telepon genggam yang mereka miliki.

"Kemudahan mengakses internet memang merupakan kemajuan di bidang teknologi, akan tetapi sering yang diambil (para santri) adalah sisi negatifnya.''

Hal ini, salah satu yang membuat gairah mempelajari kitab kuning semakin berkurang. ''Terus terang tantangan kami saat ini lebih berat dibandingkan dulu," kata Kiai Afief.

Selain masalah teknologi, masalah kedisiplinan juga menjadi pekerjaan rumah banyak ponpes. Kiai Afief mengungkapkan, sedikit saja tindakan tegas yang dilakukan akan dipandang sebagai kekerasan yang melanggar hak asasi manusia (HAM).

Pondok Pesantren At-Tarbiyah Konsisten Mengajarkan Kitab Kuning

Tiga tahun bisa membaca kitab kuning.

Istilah kitab kuning sudah dikenal di kalangan para santri dan kiai yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren, khususnya pesantren yang ada nilai salafiahnya.

Dinamai kitab kuning karena bahan kertasnya berwarna kuning. Hal ini untuk memudahkan orang-orang pada masa lalu untuk membaca dalam keadaan gelap, mengingat saat itu penerangan belum memadai.

Selama satu dekade terakhir ini, pengajaran kitab-kitab kuning di pondok-pondok pesantren sudah jauh berkurang. Akan tetapi, tidak begitu di Pondok Pesantren At-Tarbiyah.

Pesantren yang terletak di Dusun Margamukti RT 04 RW 04 Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat secara konsisten terus mengajarkan kitab kuning. Di pondok tersebut, pendidikan kitab kuning masih menjadi yang utama.

"Kami sejak awal berdiri sampai sekarang konsisten mengajari kitab kuning kepada para santri," ujar pemimpin Pondok Pesantren At-Tarbiyah KH Afief Abdul Lathief kepada Republika baru-baru ini.

Sampai saat ini, kitab kuning yang diajarkan meliputi ilmu fikih, akidah, akhlak, tasawuf, tata bahasa Arab (ilmu nahwu dan ilmu sharaf), hadis, tafsir, 'ulumul qur'aan, hingga ilmu sosial dan kemasyarakatan (muamalah). "Metode yang kami pakai merupakan modifikasi dari salafi disesuaikan tuntutan zaman."
Ia memandang pengajaran kitab kuning di pesantren-pesantren sudah semakin langka belakangan ini. Banyak pondok pesantren (ponpes) dinilainya sudah kehilangan arah.

Salah satu tantangannya memberi pendidikan kitab kuning, ujar Afief, adalah kemunculan teknologi informasi berupa internet yang semakin mudah diakses di mana saja dan kapan saja. Para santri saat ini sudah biasa memanfaatkan internet melalui telepon-telepon genggam yang mereka miliki.

"Kemudahan mengakses internet memang merupakan kemajuan di bidang teknologi, akan tetapi sering yang diambil (para santri) adalah sisi negatifnya.''

Hal ini, salah satu yang membuat gairah mempelajari kitab kuning semakin berkurang. ''Terus terang tantangan kami saat ini lebih berat dibandingkan dulu," kata Kiai Afief.

Selain masalah teknologi, masalah kedisiplinan juga menjadi pekerjaan rumah banyak ponpes. Kiai Afief mengungkapkan, sedikit saja tindakan tegas yang dilakukan akan dipandang sebagai kekerasan yang melanggar hak asasi manusia (HAM).

Santri PP. langgar tarbiyah
Pondok Pesantren Langgar Tarbiyah merupakan pondok pesantren yang didirikan oleh K.A.Sidarmin Tetap, M.Pd. beliau adalah putrah asli Padang Guci yang memiliki jiwa dakwa yang mengakar kuat sejak beliau mengenal Agama Allah (ISLAM). Tidak lupa para sahabat beliau yang juga ikut membesarkan Pondok ini yaitu Ustad Arfan Yasin, S.Pd.I Putra Bima NTB, Ustad Yuli Sasman, S.Pd.I Mubalig kondang putrah padang guci, Tedi Riston, S.Pd.I Putra Alas Maras, Rinsidi, Diki Aprianto, dan masih banyak sahabat sahabat yang lain.
Pesantren Langgar Tarbiyah Berlamatkan di Desa Tanjung Betung II Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu melaksanakan program pendidikan di bidang keagamaan ULA PP Langgar Tarbiyah, Wustha, dan Ulya, di bidang umum ada PAUD PP Langgar Tarbiyah, SD Asy Syafiiyah, SMP Asy Syafiiyah, SMA Asy Syafiiyah...................Bersambung.

Sekilas Tentang Pondok Pesantren Langgar Tarbiyah

Santri PP. langgar tarbiyah
Pondok Pesantren Langgar Tarbiyah merupakan pondok pesantren yang didirikan oleh K.A.Sidarmin Tetap, M.Pd. beliau adalah putrah asli Padang Guci yang memiliki jiwa dakwa yang mengakar kuat sejak beliau mengenal Agama Allah (ISLAM). Tidak lupa para sahabat beliau yang juga ikut membesarkan Pondok ini yaitu Ustad Arfan Yasin, S.Pd.I Putra Bima NTB, Ustad Yuli Sasman, S.Pd.I Mubalig kondang putrah padang guci, Tedi Riston, S.Pd.I Putra Alas Maras, Rinsidi, Diki Aprianto, dan masih banyak sahabat sahabat yang lain.
Pesantren Langgar Tarbiyah Berlamatkan di Desa Tanjung Betung II Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu melaksanakan program pendidikan di bidang keagamaan ULA PP Langgar Tarbiyah, Wustha, dan Ulya, di bidang umum ada PAUD PP Langgar Tarbiyah, SD Asy Syafiiyah, SMP Asy Syafiiyah, SMA Asy Syafiiyah...................Bersambung.

Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah meresmikan berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Makrifatul Ilmi di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dengan berdirinya sekolah asrama berbasis agama ini diharapkan dapat mewujudkan pendidikan yang berakhlak dan membesarkan nama Islam. Terutama lagi dapat memberikan pendidikan agama lebih dalam, sehingga mencegah kenakalan remaja dan penyimpangan seksual yang kerap terjadi.
 “Pondok pesantren ini sebagai penguat agama. Namun jangan hanya seremonial saja, pendidikan di dalamnya harus mencetak calon-calon Imam, mengajarkan bagaimana melaksanakan salat yang khusuk, membesarkan nama agama dan memebentuk jiwa-jiwa taqwa serta mewujudkan pendidikian berakhlak,” ungkap gubernur.
Peresmian Ponpes Makrifatul Ilmi ini dihadiri oleh Bupati Bengkulu Selatan Reskan Efendi Awaludin, Calon Anggota DPD RI serta pejabat dan undangan lainnya. “Kami sangat menyambut baik pembangunan Ponpes ini. Untuk itu dalam APBD tahun ini dialokasikan Rp 300 juta bantuan untuk pesantren ini,” ungkap Reskan.
Sementara itu Ketua Umum Yayasan Makrifatul Ilmi Drs. Nur Ali dengan berdirinya Ponpes ini menargetkan alumni Makrifatul Ilmi menjadi ulama. Ia menjelaskan sifat kegiatan di Ponpes ini terbuka untuk umum, yakni Ponpes Makrifatul Ilmi membebaskan santinya untuk sekolah diluar baik itu SMP, MTsN, MA, SMK, SLTA.
“Motode pendidikannya mondok di asrama tetapi santri dibebaskan untuk memilih sekolah. Sehingga ponpes ini bukan hanya meningkatkan imtaq tetapi juga iptek sehingga menjadi alumni yang siap menjadi ulama dan santri yang bertaqwa. Hal ini sesuai dengan pemerintah yang menciptakan pendidikan yang berimtaq dan iptek,” jelas Nur Ali.
Untuk diketahui Pondok pesantren Makrifatul Ilmi beralamat di Jl. Merapi RT 007, Kelurahan Gunung Ayu, Kecamatan Kota Manna, Bengkulu Selatan. Ponpes ini didirikan oleh Yayasan Makrifatul Ilmi.

Sumber :  "http://go.bengkuluprov.go.id/ver3/index.php/berita/berita-bengkulu/129-ponpes-wujudkan-pendidikan-berakhlak"

PONPES Wujudkan Pendidikan Berakhlak

Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah meresmikan berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Makrifatul Ilmi di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dengan berdirinya sekolah asrama berbasis agama ini diharapkan dapat mewujudkan pendidikan yang berakhlak dan membesarkan nama Islam. Terutama lagi dapat memberikan pendidikan agama lebih dalam, sehingga mencegah kenakalan remaja dan penyimpangan seksual yang kerap terjadi.
 “Pondok pesantren ini sebagai penguat agama. Namun jangan hanya seremonial saja, pendidikan di dalamnya harus mencetak calon-calon Imam, mengajarkan bagaimana melaksanakan salat yang khusuk, membesarkan nama agama dan memebentuk jiwa-jiwa taqwa serta mewujudkan pendidikian berakhlak,” ungkap gubernur.
Peresmian Ponpes Makrifatul Ilmi ini dihadiri oleh Bupati Bengkulu Selatan Reskan Efendi Awaludin, Calon Anggota DPD RI serta pejabat dan undangan lainnya. “Kami sangat menyambut baik pembangunan Ponpes ini. Untuk itu dalam APBD tahun ini dialokasikan Rp 300 juta bantuan untuk pesantren ini,” ungkap Reskan.
Sementara itu Ketua Umum Yayasan Makrifatul Ilmi Drs. Nur Ali dengan berdirinya Ponpes ini menargetkan alumni Makrifatul Ilmi menjadi ulama. Ia menjelaskan sifat kegiatan di Ponpes ini terbuka untuk umum, yakni Ponpes Makrifatul Ilmi membebaskan santinya untuk sekolah diluar baik itu SMP, MTsN, MA, SMK, SLTA.
“Motode pendidikannya mondok di asrama tetapi santri dibebaskan untuk memilih sekolah. Sehingga ponpes ini bukan hanya meningkatkan imtaq tetapi juga iptek sehingga menjadi alumni yang siap menjadi ulama dan santri yang bertaqwa. Hal ini sesuai dengan pemerintah yang menciptakan pendidikan yang berimtaq dan iptek,” jelas Nur Ali.
Untuk diketahui Pondok pesantren Makrifatul Ilmi beralamat di Jl. Merapi RT 007, Kelurahan Gunung Ayu, Kecamatan Kota Manna, Bengkulu Selatan. Ponpes ini didirikan oleh Yayasan Makrifatul Ilmi.

Sumber :  "http://go.bengkuluprov.go.id/ver3/index.php/berita/berita-bengkulu/129-ponpes-wujudkan-pendidikan-berakhlak"

Total Tayangan Halaman

back to top