Latest Posts

Rabu, 09 Juli 2014

Data pondok Pesantren se provinsi bengkulu dapat di unduh di link berikut ini :

http://bengkulu.kemenag.go.id/file/dokumen/bengkulupontren.pdf

Daftar Pondok Pesantren Di Provinsi Bengkulu

Data pondok Pesantren se provinsi bengkulu dapat di unduh di link berikut ini :

http://bengkulu.kemenag.go.id/file/dokumen/bengkulupontren.pdf


BANDUNG, itb.ac.id - Keputrian Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R) 1435 H Masjid Salman ITB menggelar Jasmine, sebuah talkshow dengan tajuk "Moslema Beauty Inside & Out". Ada tiga topik perbincangan pada hari itu, yaitu Brain, Body, dan Behavior. Talkshow ini digelar di Aula Timur Kampus ITB Ganesha pada Sabtu (07/05/14). Lebih dari 300 muslimah hadir meramaikan Aula Timur, tidak hanya mahasiswa ITB, hadir pula mahasiswa dari universitas lain di Bandung Raya, siswa SMA, dan masyarakat umum. Ketiga pembicara yang diundang tampak nyata menyedot perhatian publik, yaitu Meyda Sefira, Mentari Mustaqim, dan Dr. Allis Nurdini, S.T., M.T. Sebagaimana tujuan acara ini, Jasmine menjadi momen majelis ilmu sehingga muslimah dapat belajar menjadi sosok yang cantik luar-dalam.

Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur'an oleh Athifah Qotrun Nada (Biologi 2013). Setelah dilafazkannya lantuan ayat suci Al-Qur'an, Okti Dinasakti Nurul Mentari (Teknik Lingkungan 2013) tampil di atas panggung guna memberikan kata sambutan selaku Ketua Pelaksana Jasmine. "Kami mengadakan acara ini seiring dengan Ramadhan yang merupakan bulan tarbiyah. Semoga acara ini bisa menjadi momen pembelajaran untuk menjadi muslimah yang cantik luar-dalam," tuturnya.

Talkshow berlangsung dengan dimoderatori oleh Suci Utami Nurwidia (Sains dan Teknologi Farmasi 2010). Pembicara pertama adalah Paramita Mentari Kesuma Putri yang lebih dikenal dengan nama Mentari Mustaqim. Beliau adalah mantan presenter program TV Jejak Petualang, aktivis lingkungan, dan penulis buku "Menyingkap Cahaya Mentari". Topik yang ia bahas adalah Behavior. "Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Allah memperhatikan hati dan amalan kalian.'", ujarnya sebagai pengantar. Mentari tumbuh besar di keluarga pecinta alam sehingga di dalam dirinya terbentuk pribadi yang kuat dan menyukai tantangan. Ia pun terinspirasi dari ibunya bahwa alam mengajarkan banyak kalam Ilahi yang tidak tersurat.
Meyda Sefira menjadi pembicara kedua dan membahas tentang Body. Selain dikenal sebagai pemeran Husna dalam film Ketika Cinta Bertasbih, Meyda juga merupakan penulis buku Hujan Safir. Tampil cantik menggunakan gaun berwarna hijau keabu-abuan dan hijab ungu, Meyda dengan ramah dan komunikatif memberikan tips-tips menjaga penampilan dan kesehatan tubuh kepada hadirin. "Dengan memakai hijab, kita pun menjadi agen Islam. Orang-orang akan menilai Islam lewat kita. Kita harus menunjukkan bahwa muslimah itu kuat," ucap Meyda. Meyda mengingatkan bahwa Allah itu indah dan mencintai keindahan. Menurutnya, maka muslimah seharusnya tampil rapih dan enak dipandang. "Kalau dibilang riya, riya itu sebenarnya masalah hati. Tidak bisa dinilai dari penampilan," imbuhnya.

Selanjutnya, Brain menjadi topik yang dibahas oleh Dr. Allis Nurdini, S.T., M.T., dosen Arsitektur ITB. Beliau menempuh pendidikan sarjana hingga doktoral di kampus ITB. Muslimah tidak hanya dinilai dari penampilan dan akhlaknya, tetapi juga wawasannya. Menurut Dr. Allis, fitrah manusialah bahwa kita memiliki akal pikiran sehingga diperintahkan untuk menuntut ilmu. Memperoleh ilmu sesungguhnya bisa dari mana saja. Tentu saja, ilmu yang dicari hendaknya disesuaikan dengan peranan masing-masing di keluarga maupun masyarakat. Dr. Allis punya pandangan tersendiri tentang menuntut ilmu: "Kalau kita menuntut ilmu, jangan menunda-nunda untuk diamalkan. Kemudian, mari kita ajarkan walaupun hanya satu ayat."

Jasmine Talkshow: Mengungkap Rahasia Cantik Luar-Dalam Seorang Muslimah


BANDUNG, itb.ac.id - Keputrian Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R) 1435 H Masjid Salman ITB menggelar Jasmine, sebuah talkshow dengan tajuk "Moslema Beauty Inside & Out". Ada tiga topik perbincangan pada hari itu, yaitu Brain, Body, dan Behavior. Talkshow ini digelar di Aula Timur Kampus ITB Ganesha pada Sabtu (07/05/14). Lebih dari 300 muslimah hadir meramaikan Aula Timur, tidak hanya mahasiswa ITB, hadir pula mahasiswa dari universitas lain di Bandung Raya, siswa SMA, dan masyarakat umum. Ketiga pembicara yang diundang tampak nyata menyedot perhatian publik, yaitu Meyda Sefira, Mentari Mustaqim, dan Dr. Allis Nurdini, S.T., M.T. Sebagaimana tujuan acara ini, Jasmine menjadi momen majelis ilmu sehingga muslimah dapat belajar menjadi sosok yang cantik luar-dalam.

Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur'an oleh Athifah Qotrun Nada (Biologi 2013). Setelah dilafazkannya lantuan ayat suci Al-Qur'an, Okti Dinasakti Nurul Mentari (Teknik Lingkungan 2013) tampil di atas panggung guna memberikan kata sambutan selaku Ketua Pelaksana Jasmine. "Kami mengadakan acara ini seiring dengan Ramadhan yang merupakan bulan tarbiyah. Semoga acara ini bisa menjadi momen pembelajaran untuk menjadi muslimah yang cantik luar-dalam," tuturnya.

Talkshow berlangsung dengan dimoderatori oleh Suci Utami Nurwidia (Sains dan Teknologi Farmasi 2010). Pembicara pertama adalah Paramita Mentari Kesuma Putri yang lebih dikenal dengan nama Mentari Mustaqim. Beliau adalah mantan presenter program TV Jejak Petualang, aktivis lingkungan, dan penulis buku "Menyingkap Cahaya Mentari". Topik yang ia bahas adalah Behavior. "Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Allah memperhatikan hati dan amalan kalian.'", ujarnya sebagai pengantar. Mentari tumbuh besar di keluarga pecinta alam sehingga di dalam dirinya terbentuk pribadi yang kuat dan menyukai tantangan. Ia pun terinspirasi dari ibunya bahwa alam mengajarkan banyak kalam Ilahi yang tidak tersurat.
Meyda Sefira menjadi pembicara kedua dan membahas tentang Body. Selain dikenal sebagai pemeran Husna dalam film Ketika Cinta Bertasbih, Meyda juga merupakan penulis buku Hujan Safir. Tampil cantik menggunakan gaun berwarna hijau keabu-abuan dan hijab ungu, Meyda dengan ramah dan komunikatif memberikan tips-tips menjaga penampilan dan kesehatan tubuh kepada hadirin. "Dengan memakai hijab, kita pun menjadi agen Islam. Orang-orang akan menilai Islam lewat kita. Kita harus menunjukkan bahwa muslimah itu kuat," ucap Meyda. Meyda mengingatkan bahwa Allah itu indah dan mencintai keindahan. Menurutnya, maka muslimah seharusnya tampil rapih dan enak dipandang. "Kalau dibilang riya, riya itu sebenarnya masalah hati. Tidak bisa dinilai dari penampilan," imbuhnya.

Selanjutnya, Brain menjadi topik yang dibahas oleh Dr. Allis Nurdini, S.T., M.T., dosen Arsitektur ITB. Beliau menempuh pendidikan sarjana hingga doktoral di kampus ITB. Muslimah tidak hanya dinilai dari penampilan dan akhlaknya, tetapi juga wawasannya. Menurut Dr. Allis, fitrah manusialah bahwa kita memiliki akal pikiran sehingga diperintahkan untuk menuntut ilmu. Memperoleh ilmu sesungguhnya bisa dari mana saja. Tentu saja, ilmu yang dicari hendaknya disesuaikan dengan peranan masing-masing di keluarga maupun masyarakat. Dr. Allis punya pandangan tersendiri tentang menuntut ilmu: "Kalau kita menuntut ilmu, jangan menunda-nunda untuk diamalkan. Kemudian, mari kita ajarkan walaupun hanya satu ayat."

Perang terbesar di akhir zaman adalah perang melawan yahudi,bukan cuma perang secara fisik perang ideologi,perang pemikiran ,perang dingin ,segala cara ditempuh untuk menghancurkan musuh mulai dari penyusupan intelejen,sampai perusakan akidah perusakan generasi muda  sunnahlewat modernisasi sampai meracuni dengan makanan, Sungguh licik yahudi dan barat memperdayakan kita umat Islam, dengan medianya untuk membuat opini yang berbeda dengan manfaatnya. Mereka menganjurkan dengan produk dan advertorialnya dan menyuruh kita minum susu sapi bubuk buatan mereka, tapi mereka sendiri minum susu kambing, mereka minum apa yang diminum oleh Nabi kita Muhammad SAW.
Mengapa kita tidak ikut nabi kita, kita ikuti saja rayuan orang yahudi itu tapi ternyata mereka mengikuti apa yang nabi kita makan dan minum.

“Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama. Mereka   telah berputus asa untuk menyesatkan umat bertauhid  dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kita tidak mengikutnya dalam perkara-perkara kecil”
Antara ‘Isu’ yang  mereka gembar gemborkan dan telah dijadikan ikutan oleh kebanyakan dari kita, beberapa hal kecil  yang mereka anggap berhasil dikalangan umat Islam adalah sebagai berikut :
  1. Kita diajar dalam buku biologi, dalam buku gizi makanan (kajian dan terbitan dari ilmuan barat) bahwa kalau ingin dapatkan vitamin B dan kalau ingin tambah darah kita sebaiknya banyak memakan hati hewan dan hati ayam . Tetapi sebenarnya Nabi kita tidak pernah menganjurkan  memakan organ dalam. Apakah kita ingin ikuti apa yang dianjurkan  orang barat yang tidak beriman atau  mengikuti ajaran Nabi kita? . Tahukah sebenarnya makan hati hewan/ayam dampaknya bisa  melembabkan otak kita sebab hati merupakan organ dimana semua toksin/racun akan dikumpulkan dan dinetralkan. Jadi, kepekatan toksin/racun berkadar tinggi ada di hati hewan/ayam tersebut. Bila kita konsumsi hati tersebut otomatis kita konsumsi juga toksinnya maka dampaknya lembablah otak umat Islam sebab begitu percayanya dengan  buku sains keluaran barat kafir ini.
  2. Kita diajarkan dalam sains bahwa kopi tidak bagus untuk kesehatan. Namun sebenarnya kopi adalah salah satu minuman kegemaran Nabi kita selain susu dan madu. Coba lihat orang orang Yahudi, mereka penggemar minum kopi. Profesor di UK , terutama yang Yahudi, dihadapannya selalu ada segelas kopi di tangan mereka.
  3. Kita diajar jangan terlalu banyak memakan kambing karena tingginya kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah buku sains ingin merendahkan makanan Nabi kita. Sebenarnya daging kambing adalah daging paling rendah kolesterol.
  4. Kita diajar bahawa makan Fast Food  adalah bagus, cepat dan instan,  namun sebenarnya Fast Food asal AS adalah makanan yang sangat tinggi kandungan MSG dan kolesterolnya serta paling banyak lemak jenuhnya.
  5. Para kafir ini juga menggalakkan dan mengiklankan bahwa  minum dan makan makanan yang instan dan dibuat kesan modern , contohnya minuman soda berbagai merk . Minuman soda itu sangatlah beracun dan sangat tidak bagus untuk kesehatan (gula tinggi, berasam, pH dalam lingkungan 3.5, ada racun tersembunyi di kandungannya) . Dan kita ketagihan dengan makanan dan minumaan tersebut.IRONIS ! – Val-
Sumber : eramuslim.com

Ternyata Yahudi Pun Mengikuti Sunnah

Perang terbesar di akhir zaman adalah perang melawan yahudi,bukan cuma perang secara fisik perang ideologi,perang pemikiran ,perang dingin ,segala cara ditempuh untuk menghancurkan musuh mulai dari penyusupan intelejen,sampai perusakan akidah perusakan generasi muda  sunnahlewat modernisasi sampai meracuni dengan makanan, Sungguh licik yahudi dan barat memperdayakan kita umat Islam, dengan medianya untuk membuat opini yang berbeda dengan manfaatnya. Mereka menganjurkan dengan produk dan advertorialnya dan menyuruh kita minum susu sapi bubuk buatan mereka, tapi mereka sendiri minum susu kambing, mereka minum apa yang diminum oleh Nabi kita Muhammad SAW.
Mengapa kita tidak ikut nabi kita, kita ikuti saja rayuan orang yahudi itu tapi ternyata mereka mengikuti apa yang nabi kita makan dan minum.

“Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama. Mereka   telah berputus asa untuk menyesatkan umat bertauhid  dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kita tidak mengikutnya dalam perkara-perkara kecil”
Antara ‘Isu’ yang  mereka gembar gemborkan dan telah dijadikan ikutan oleh kebanyakan dari kita, beberapa hal kecil  yang mereka anggap berhasil dikalangan umat Islam adalah sebagai berikut :
  1. Kita diajar dalam buku biologi, dalam buku gizi makanan (kajian dan terbitan dari ilmuan barat) bahwa kalau ingin dapatkan vitamin B dan kalau ingin tambah darah kita sebaiknya banyak memakan hati hewan dan hati ayam . Tetapi sebenarnya Nabi kita tidak pernah menganjurkan  memakan organ dalam. Apakah kita ingin ikuti apa yang dianjurkan  orang barat yang tidak beriman atau  mengikuti ajaran Nabi kita? . Tahukah sebenarnya makan hati hewan/ayam dampaknya bisa  melembabkan otak kita sebab hati merupakan organ dimana semua toksin/racun akan dikumpulkan dan dinetralkan. Jadi, kepekatan toksin/racun berkadar tinggi ada di hati hewan/ayam tersebut. Bila kita konsumsi hati tersebut otomatis kita konsumsi juga toksinnya maka dampaknya lembablah otak umat Islam sebab begitu percayanya dengan  buku sains keluaran barat kafir ini.
  2. Kita diajarkan dalam sains bahwa kopi tidak bagus untuk kesehatan. Namun sebenarnya kopi adalah salah satu minuman kegemaran Nabi kita selain susu dan madu. Coba lihat orang orang Yahudi, mereka penggemar minum kopi. Profesor di UK , terutama yang Yahudi, dihadapannya selalu ada segelas kopi di tangan mereka.
  3. Kita diajar jangan terlalu banyak memakan kambing karena tingginya kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah buku sains ingin merendahkan makanan Nabi kita. Sebenarnya daging kambing adalah daging paling rendah kolesterol.
  4. Kita diajar bahawa makan Fast Food  adalah bagus, cepat dan instan,  namun sebenarnya Fast Food asal AS adalah makanan yang sangat tinggi kandungan MSG dan kolesterolnya serta paling banyak lemak jenuhnya.
  5. Para kafir ini juga menggalakkan dan mengiklankan bahwa  minum dan makan makanan yang instan dan dibuat kesan modern , contohnya minuman soda berbagai merk . Minuman soda itu sangatlah beracun dan sangat tidak bagus untuk kesehatan (gula tinggi, berasam, pH dalam lingkungan 3.5, ada racun tersembunyi di kandungannya) . Dan kita ketagihan dengan makanan dan minumaan tersebut.IRONIS ! – Val-
Sumber : eramuslim.com

Sabtu, 05 Juli 2014


Filosofi


Total Tayangan Halaman

back to top